Blog

  • Operasi Keselamatan Jaya 2026 Dimulai, Polda Metro Jaya Sentuh Pelajar

    Jakarta – Satgas Preemtif Polda Metro Jaya mengawali Operasi Keselamatan Jaya 2026 dengan pendekatan edukatif dan humanis pada Senin, 2 Februari 2026. Sejak pukul 07.00 WIB, petugas menyasar lingkungan pendidikan dan ruang publik, mulai dari SMA Negeri 91 Jakarta hingga Stasiun Juanda.

    Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin menjelaskan bahwa pelaksanaan Operasi Keselamatan Jaya 2026 difokuskan pada kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat sebagai langkah awal membangun kesadaran serta kepatuhan berlalu lintas.

    “Pendekatan humanis dan komunikatif kami terapkan untuk memperkuat pemahaman keselamatan di jalan raya. Pelajar, pengguna transportasi publik, serta masyarakat umum kami berikan edukasi langsung mengenai pentingnya perilaku tertib berlalu lintas guna menekan risiko kecelakaan,” ujarnya.

    Menurut Kombes Pol Komarudin, keselamatan berlalu lintas tidak dapat terwujud tanpa keterlibatan aktif masyarakat, termasuk pelajar sebagai generasi muda. Karena itu, edukasi yang menyasar lingkungan sekolah dan ruang publik dinilai efektif untuk menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak dini.

    “Kami ingin kehadiran Polri benar-benar dirasakan masyarakat. Edukasi di sekolah dan area publik menjadi upaya strategis untuk membangun budaya tertib berlalu lintas,” ujarnya.

    Operasi Keselamatan Jaya 2026 akan berlangsung hingga pertengahan Februari dan digelar di sejumlah titik strategis dengan menyasar pelajar, pengguna transportasi publik, serta masyarakat umum. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

  • Polda Metro Jaya Gelar Operasi Keselamatan Jaya 2026, Libatkan 2.939 Personel

    Jakarta – Polda Metro Jaya menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Jaya 2026 di Lapangan Presisi Polda Metro Jaya, Senin (2/2/2026). Apel ini menandai dimulainya operasi kewilayahan bidang lalu lintas menjelang Ramadhan, yang melibatkan unsur TNI, Pemprov DKI Jakarta, serta pemangku kepentingan terkait.

    Operasi Keselamatan Jaya 2026 berlangsung selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026, dengan melibatkan 2.939 personel gabungan. Rinciannya terdiri dari Satgas Polda Metro Jaya 1.086 personel, Satgas Res jajaran 1.713 personel, unsur TNI 80 personel, serta Satpol PP dan Dinas Perhubungan 60 personel.

    Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono mengatakan operasi ini mengedepankan langkah preemtif dan preventif yang didukung penegakan hukum secara humanis. “Operasi ini bukan untuk mencari kesalahan, tetapi membangun budaya tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama,” ujarnya.

    Sasaran operasi meliputi pelanggaran berisiko tinggi seperti melawan arus, melebihi batas kecepatan, pengendara di bawah umur, tidak memakai helm, penggunaan knalpot tidak sesuai ketentuan, serta TNKB tidak sesuai peruntukan. Penindakan dilakukan melalui ETLE statis dan mobile, patroli drone Presisi, serta penindakan manual di lapangan.

    “Keberhasilan operasi tidak diukur dari banyaknya penindakan, melainkan kemampuan menekan pelanggaran dan korban kecelakaan. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu tertib dan mengutamakan keselamatan,” tutupnya.

  • Kegiatan IRUP di Sekolah SMA.N 3 dan SMK PGRI 37 Jakarta

    Jakarta Selatan –   Bhabinkamtibmas Kelurahan Pondok Labu yang dilakukan pada hari Senin, tanggal 2 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Sekolah SMA.N 3 dan SMK PGRI 37 Jakarta, dimulai pukul 06.30 WIB sampai selesai. Dengan lokasi yang strategis tersebut, tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran para siswa mengenai berbagai isu penting yang menyangkut kesehatan dan keselamatan mereka.

    Dalam acara ini, Kasubdit Bintibmas AKBP Sujanto dan Kompol H Samto bertindak sebagai inspektur upacara, didampingi oleh Kanit Binmas AKP Kusnardi dan Bhabinkamtibmas Aiptu Momon. Mereka memberikan edukasi kepada siswa-siswi tentang pencegahan kenakalan remaja, termasuk tawuran, perundungan, penyalahgunaan narkoba, minuman keras, balap liar, dan seks bebas. Selain itu, mereka juga menjelaskan pentingnya cara berpendapat yang sehat dan aman, serta mengingatkan siswa tentang keamanan sepeda motor saat parkir dengan menggunakan kunci ganda.

    Dari kegiatan ini, tersampaikan pesan yang jelas bahwa upaya pencegahan kejahatan dan kenakalan remaja memerlukan partisipasi aktif dari semua pihak, terutama para siswa. Kami mengkonfirmasi bahwa situasi di lokasi kegiatan berjalan aman dan kondusif. Semoga kegiatan ini bermanfaat dan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari siswa.

  • Jaga Kondusifitas Wilayah, Bhabinkamtibmas Pengadegan Laksanakan Cooling System di Rusunawa

    Jakarta Selatan  – Dalam rangka memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah binaan, Bhabinkamtibmas Kelurahan Pengadegan, Aiptu Jhonny E, melaksanakan kegiatan Cooling System dan Sambang Door to Door System (DDS) pada Minggu siang (01/02/2026).

    Kegiatan yang dimulai pukul 13.30 WIB ini berlokasi di Rusunawa Pengadegan, Jl. Pengadegan Timur I RT 12/01, Kelurahan Pengadegan, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan.

    Dalam giat silaturahmi tersebut, Aiptu Jhonny E menemui Bapak Deri selaku Komandan Regu (Danru) Satpam beserta jajaran personel keamanan yang sedang bertugas. Selain memantau situasi fisik di area rusun, Bhabinkamtibmas juga memberikan arahan strategis terkait pengamanan lingkungan.

    “Kami terus mengingatkan rekan-rekan pengamanan swakarsa untuk tetap waspada dan konsisten menjaga kesehatan sesuai protokol yang ada. Sinergi antara Kepolisian dan satuan pengamanan di lapangan adalah kunci utama wilayah yang aman,” ujar Aiptu Jhonny dalam arahannya.

    Selain pesan Kamtibmas, Aiptu Jhonny juga mensosialisasikan layanan kontak darurat *Polisi 110*. Layanan bebas pulsa ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh petugas keamanan maupun warga jika menemukan potensi gangguan kriminalitas atau membutuhkan bantuan kepolisian segera.

    Kegiatan Cooling System ini bertujuan untuk mendinginkan suasana di tengah masyarakat serta memastikan komunikasi antara Polri dan unsur pengamanan lingkungan tetap berjalan baik.  situasi di wilayah Rusunawa Pengadegan dan sekitarnya terpantau aman, tertib, dan kondusif.

  • Tembakan Pecah Pagi Itu, Tiga Warga Lolos dari Maut di Jalur Maroku Yahukimo

    YAHUKIMO – Pagi yang seharusnya tenang di pedalaman Yahukimo mendadak berubah mencekam ketika suara letusan senjata api memecah udara di jalur KM 7, Kampung Maroku, Minggu (1/2/2026) sekitar pukul 07.30 WIT. Sebuah mobil pickup yang membawa tiga warga sipil menjadi sasaran gangguan tembakan dari orang tak dikenal.

    Kendaraan tersebut dikemudikan Abdul Kadir (42) dengan dua penumpang, Peres Kusa (23) dan Luktar Pasomba (46). Saat melintasi lokasi, mereka melihat sekelompok orang bersenjata di sisi kiri jalan. Tak lama kemudian, beberapa kali tembakan terdengar mengarah ke kendaraan mereka.

    Dalam kepanikan, Abdul Kadir langsung memacu kendaraan menjauh dari lokasi menuju arah Pelabuhan Logpon. Salah satu penumpang sempat melompat ke semak-semak untuk menyelamatkan diri sebelum akhirnya kembali bergabung setelah situasi dirasa aman. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Pemeriksaan awal juga tidak menemukan bekas tembakan pada badan kendaraan.

    Laporan warga itu langsung direspons cepat oleh personel gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama Polres Yahukimo. Aparat melakukan penyisiran lokasi, pengamanan jalur, serta memintai keterangan dari para korban guna memastikan situasi tetap terkendali.

    Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap langkah operasi.

    “Kami tidak ingin masyarakat hidup dalam rasa takut saat beraktivitas. Begitu laporan masuk, personel langsung bergerak mengamankan jalur dan memastikan warga selamat. Ini komitmen kami untuk selalu hadir memberi rasa aman,” ujarnya.

    Ia menambahkan, aparat masih mendalami dugaan keterlibatan kelompok kriminal bersenjata yang sebelumnya terpantau beraktivitas di sekitar wilayah Logpon dan KM 7.

    Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, mengimbau masyarakat tetap waspada namun tidak panik.

    “Kami meningkatkan patroli dan penjagaan di titik-titik rawan. Masyarakat tetap bisa beraktivitas seperti biasa, namun segera laporkan jika melihat hal mencurigakan. Informasi sekecil apa pun sangat berarti untuk mencegah kejadian serupa,” kata Adarma.

    Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa tantangan keamanan di wilayah pegunungan Papua masih nyata. Namun kehadiran aparat yang sigap di lapangan memberi ketenangan bagi warga. Aktivitas masyarakat di jalur tersebut kini berangsur normal, sementara aparat terus melakukan penyelidikan dan pengamanan berkelanjutan.

    Dengan langkah cepat dan pendekatan humanis, Operasi Damai Cartenz 2026 menegaskan komitmennya: menjaga Papua tetap aman agar warga bisa menjalani hari tanpa bayang-bayang ketakutan.

  • Tawa Anak-Anak Puncak Jaya Pecah di Kelas, Saat Polisi Datang Bukan untuk Menangkap, tapi Mengajar

    PUNCAK JAYA – Suasana hangat terasa di halaman SD Inpres Dondobaga, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Sabtu pagi (31/1/2026). Di tengah keterbatasan fasilitas dan jauhnya akses pendidikan di wilayah pegunungan Papua, kehadiran personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 membawa warna berbeda: senyum, semangat, dan pelajaran tentang cinta Tanah Air.

    Sebanyak 8 personel Sektor IV Ops Damai Cartenz 2026 dipimpin AKP I Putu Wardana, S.H. turun langsung ke sekolah tersebut untuk melaksanakan sosialisasi penanaman nilai nasionalisme dan disiplin sejak usia dini. Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIT dan berlangsung penuh keakraban bersama para siswa.

    Di ruang kelas sederhana itu, anak-anak tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga diajak berinteraksi melalui cerita, tanya jawab, dan permainan edukatif. Mereka belajar tentang arti bendera Merah Putih, pentingnya sekolah, serta kebiasaan disiplin sederhana seperti datang tepat waktu dan saling menghormati.

    Kegiatan ini menjadi bagian dari pendekatan humanis Operasi Damai Cartenz dalam membangun kedekatan dengan generasi muda Papua, sekaligus memperkuat pondasi karakter sejak dini di tengah tantangan sosial yang ada.

    Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, mengatakan bahwa membangun Papua yang damai tidak hanya dilakukan melalui pengamanan, tetapi juga lewat sentuhan pendidikan dan nilai kebangsaan.

    “Anak-anak adalah masa depan Papua. Ketika sejak kecil mereka ditanamkan rasa cinta Tanah Air, disiplin, dan semangat belajar, maka kita sedang menyiapkan generasi yang kuat, cerdas, dan membawa kedamaian bagi daerahnya sendiri,” ujar Brigjen Pol. Faizal Ramadhani.

    Ia menegaskan bahwa pendekatan kepada pelajar merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan stabilitas yang berkelanjutan.

    “Kehadiran kami bukan semata soal keamanan, tetapi juga tentang membangun harapan. Polisi harus hadir sebagai sahabat anak-anak, memberi rasa aman sekaligus motivasi agar mereka berani bermimpi,” tambahnya.

    Para guru dan siswa menyambut kegiatan tersebut dengan antusias. Anak-anak tampak berani bertanya, tertawa, bahkan berebut ingin menjawab pertanyaan dari para personel. Bagi mereka, hari itu bukan hari sekolah biasa, melainkan pengalaman yang membekas.

    Melalui kegiatan sederhana namun bermakna ini, Operasi Damai Cartenz 2026 menunjukkan bahwa menjaga Papua tetap aman juga berarti menjaga masa depan generasinya yang dimulai dari ruang kelas kecil di pelosok Puncak Jaya.

  • Taruna Akpol Selamatkan Remaja yang Terhanyut di Sungai Tamiang, Korban Berhasil Dievakuasi Selamat

    ACEH TAMIANG — Seorang remaja berinisial DHP (15) berhasil diselamatkan setelah terhanyut di Sungai Tamiang, Kota Lintang, Kecamatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat (30/1/2026) sore. Aksi penyelamatan dilakukan oleh sejumlah Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) yang berada di lokasi untuk kegiatan sosial.

    Peristiwa terjadi sekitar pukul 16.45 WIB. Saat itu, para Taruna Akpol yang tengah menuju Masjid Al Ikhsan untuk kegiatan trauma healing dan bakti sosial mendengar teriakan warga yang meminta pertolongan. Para taruna yang terlibat dalam penyelamatan tersebut yakni Brigadir Kepala Taruna Muhammad Fahir, Jason Moreno Nanggala Hutagalung, Davindra Nur Oktafansyah, Tribrata Putra Sambo, Raihan Aprilianto, Dino Surya Wijaya, dan Boni Arga Satyaka Rineksa Sihombing.

    Muhammad Fahir dan Jason Moreno langsung mengevakuasi korban yang telah hanyut sekitar 20 meter ke daratan. Sementara itu, Davindra Nur Oktafansyah dan Dino Surya Wijaya memberikan pertolongan pertama dengan membersihkan tubuh korban serta membantu mengeluarkan air sungai yang tertelan. Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Polri untuk penanganan medis awal sebelum dirujuk ke RSUD Aceh Tamiang guna perawatan lanjutan.

    Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol. Erdi A. Chaniago, mengapresiasi kesigapan para taruna dalam merespons situasi darurat tersebut.

    “Kesigapan Taruna Akpol dalam menolong korban hanyut menunjukkan kesiapan, kepedulian, dan nilai kemanusiaan yang terus ditanamkan sejak pendidikan. Ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat,” ujar Kombes Pol Erdi.

    Ia menambahkan, kehadiran taruna dalam kegiatan kemanusiaan tidak hanya memberikan dukungan sosial dan psikologis, tetapi juga memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat. “Taruna tidak hanya hadir untuk kegiatan sosial dan trauma healing, tetapi juga siap bertindak cepat dalam situasi darurat demi keselamatan warga,” katanya.

  • Polri Terima Penghargaan Khusus di Puncak HUT ke-25 BPOM RI, Apresiasi Sinergi Pengawasan Obat dan Makanan

    Jakarta Pusat – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menerima penghargaan khusus dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) dalam rangka Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 BPOM RI Tahun 2026. Acara tersebut berlangsung di Gedung BPOM RI, Jalan Percetakan Negara No. 23, Kelurahan Johar Baru, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, pada Sabtu (31/1/2026) malam, mulai pukul 19.00 WIB.

    Penghargaan diberikan langsung oleh Kepala BPOM RI Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D. kepada Kabareskrim Polri Komjen Pol. Drs. Syahardiantono, M.Si., yang hadir mewakili Kapolri. Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas dukungan dan sinergi Polri dalam upaya pengawasan, penindakan, serta perlindungan masyarakat dari peredaran obat dan makanan ilegal maupun berbahaya.

    Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi bukti nyata kuatnya kolaborasi antar-lembaga dalam menjaga keselamatan masyarakat. “Penghargaan ini mencerminkan komitmen Polri untuk terus bersinergi dengan BPOM dalam melindungi masyarakat dari produk obat dan makanan yang berbahaya. Kolaborasi ini penting untuk menjaga kesehatan publik dan menegakkan hukum secara berkeadilan,” ujar Kombes Reynold.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan kedatangan Kabareskrim Polri pada pukul 19.46 WIB, dilanjutkan doa dan ceramah pada malam puncak HUT ke-25 BPOM RI. Acara kemudian diisi dengan penayangan video perjalanan BPOM serta ucapan selamat dari Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka melalui tayangan video, yang mengapresiasi capaian BPOM RI sebagai WHO Listed Authority (WLA) pertama dari negara berkembang.

    Dalam sambutannya, Kepala BPOM RI menegaskan bahwa selama 25 tahun, BPOM terus memperkuat pengawasan dan penindakan demi melindungi masyarakat, serta berkomitmen meningkatkan kerja sama lintas sektor, termasuk dengan Polri.

  • Operasi Pekat Jaya 2026, Patroli Malam Brimob Temukan Sajam dan Gagalkan Tawuran di Jaktim

    Jakarta Timur — Patroli malam Satuan Brimob Polda Metro Jaya kembali menggagalkan aksi tawuran remaja di wilayah Jakarta Timur dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026. Dalam patroli tersebut, petugas mengamankan enam pemuda serta dua senjata tajam (sajam).

    Penindakan dilakukan saat patroli menyasar kawasan rawan gangguan kamtibmas di Jl. Batu Kinyang 4, Kramat Jati, Jakarta Timur. Di lokasi tersebut, petugas mendapati sekelompok pemuda yang terindikasi akan melakukan tawuran. Dari hasil pemeriksaan, polisi menemukan dua senjata tajam yang diduga akan digunakan dalam aksi kekerasan.

    Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto mengatakan Operasi Pekat Jaya dilaksanakan secara konsisten sebagai langkah pencegahan dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan. “Melalui Operasi Pekat Jaya, patroli malam kami intensifkan untuk mencegah tawuran dan gangguan kamtibmas lainnya. Setiap potensi kerawanan kami tindak lanjuti secara cepat dan terukur demi menjaga keselamatan masyarakat,” ujarnya.

    Enam pemuda yang diamankan beserta barang bukti selanjutnya diserahkan ke Polres Metro Jakarta Timur untuk dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

    Sementara itu, Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak terlibat dalam aksi tawuran yang dapat membahayakan keselamatan dan masa depan. “Tawuran berpotensi menimbulkan korban jiwa dan konsekuensi hukum yang serius. Kami mengajak peran aktif orang tua serta lingkungan untuk bersama-sama mencegah aksi kekerasan,” katanya.

    Ia juga meminta masyarakat segera melapor apabila melihat potensi gangguan kamtibmas. “Jika mengetahui adanya indikasi tawuran atau kejahatan jalanan, segera hubungi Call Center Polri 110 yang aktif 24 jam. Partisipasi masyarakat sangat penting untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” pungkasnya.

  • Interpol Terbitkan Red Notice Muhammad Riza Chalid, Polri Pastikan Keberadaan Terpantau

    Jakarta — Divisi Humas Polri bersama Divhubinter Polri menyampaikan perkembangan terbaru terkait penerbitan Interpol Red Notice terhadap buronan kasus dugaan tindak pidana korupsi, Muhammad Riza Chalid (MRC). Penyampaian tersebut disampaikan dalam kegiatan doorstop di Lobi Divhumas Polri, Minggu (1/2/2026).

    Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan komitmen Polri dalam penegakan hukum, termasuk terhadap kejahatan yang bersifat transnasional dan internasional melalui kerja sama dengan mitra penegak hukum global.

    “Komitmen Polri, khususnya melalui Divhubinter, adalah menyelenggarakan kerja sama internasional, termasuk dalam penanganan kejahatan transnasional maupun internasional serta pertukaran informasi dengan mitra penegak hukum internasional. Polri konsisten menegakkan hukum tanpa pandang bulu,” tegas Brigjen Pol Trunoyudo.

    Sekretaris NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri Brigjen Pol Dr. Untung Widyatmoko menyampaikan bahwa Interpol Red Notice atas nama Muhammad Riza Chalid telah resmi diterbitkan pada Jumat, 23 Januari 2026. Pasca penerbitan tersebut, Polri langsung melakukan koordinasi intensif dengan Interpol Headquarters di Lyon, Prancis, serta mitra penegak hukum di dalam dan luar negeri.

    “Interpol Red Notice atas nama Muhammad Riza Chalid telah diterbitkan. Sejak itu, Set NCB Interpol Indonesia langsung melakukan koordinasi dengan para counterpart, baik di dalam negeri maupun luar negeri, termasuk dengan Interpol Headquarters di Lyon,” ujar Brigjen Pol Untung.

    Ia menambahkan, keberadaan subjek Red Notice saat ini telah diketahui dan dipantau oleh Polri. Namun, lokasi spesifik belum dapat disampaikan ke publik.

    “Kami pastikan yang bersangkutan berada di salah satu negara anggota Interpol dan keberadaannya telah kami petakan serta pantau. Tim saat ini juga sudah berada di negara yang bersangkutan,” ungkapnya.

    Menurutnya, Red Notice tersebut telah disebarkan ke seluruh 196 negara anggota Interpol, sehingga ruang gerak buronan menjadi sangat terbatas.

    “Dengan disebarkannya Red Notice ke 196 negara anggota Interpol, subjek berada dalam pengawasan internasional dan ruang geraknya semakin sempit,” jelas Brigjen Pol Untung.

    Terkait proses penerbitan Red Notice yang memerlukan waktu cukup panjang, Kabag Jatranin Divhubinter Polri Kombes Pol Ricky Purnama menjelaskan bahwa Interpol menerapkan mekanisme assessment yang ketat, terutama dalam perkara yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi.

    “Setiap pengajuan Red Notice harus melalui proses assessment di Interpol Headquarters. Dalam kasus ini, terdapat perbedaan perspektif hukum terkait tindak pidana korupsi di beberapa negara, sehingga Interpol melakukan pendalaman untuk memastikan perkara ini murni pidana dan tidak terkait kepentingan politik,” terang Kombes Pol Ricky.

    Ia menambahkan bahwa Polri harus meyakinkan Interpol bahwa perbuatan yang disangkakan kepada MRC memenuhi prinsip dual criminality.

    “Kami menjelaskan bahwa terdapat kerugian negara yang timbul dan perbuatan tersebut merupakan tindak pidana murni sesuai hukum Indonesia. Setelah melalui proses klarifikasi dan komunikasi intensif, Interpol akhirnya menerbitkan Red Notice,” jelasnya.

    Polri menegaskan proses pemulangan buronan internasional membutuhkan waktu karena harus mematuhi sistem hukum negara tempat subjek berada. Meski demikian, koordinasi dan pendekatan terus dilakukan secara maksimal.

    “Kami memastikan Polri melalui Set NCB Interpol Indonesia terus bekerja optimal, mematuhi ketentuan hukum negara setempat, serta melakukan koordinasi intensif agar target penegakan hukum dapat tercapai,” tutup Kombes Pol Ricky.