Blog

  • Tak Terima Diklakson, Pemotor Rusak Spion Mobil di Tangsel

    Tangsel — Satreskrim Polres Tangerang Selatan mengungkap kasus pengrusakan spion mobil yang terjadi di Jalan Pondok Hijau Golf, Kelurahan Curug Sangereng, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (1/2/2026) sekitar pukul 06.15 WIB, dipicu aksi pelaku yang tidak terima saat diklakson oleh pengendara mobil di jalan.

    Dalam keterangannya, Kapolres Tangerang Selatan Akbp Boy Jumalolo menjelaskan, saat kejadian pelapor melihat seorang pengendara sepeda motor melaju dalam kondisi oleng. Pelapor kemudian membunyikan klakson mobil sebanyak satu kali, namun pelaku justru mengejar dan memaksa pelapor untuk berhenti.

    “Setelah kendaraan berhenti, pelaku marah-marah dan memukul kaca spion mobil korban hingga pecah. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp270 ribu,” ujarnya.

    Setelah menerima laporan, Tim Opsnal Ranmor Satreskrim Polres Tangerang Selatan segera melakukan penyelidikan dengan menganalisis rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Dari hasil analisis tersebut, petugas berhasil mengidentifikasi para pelaku pada 3 Februari 2026.

    Selanjutnya, polisi mengamankan dua pelaku berinisial MAU dan DBA di lokasi yang berbeda, masing-masing di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Keduanya mengakui perbuatannya dan saat ini telah diamankan di Polres Tangerang Selatan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

    Selain itu, Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan saling menghargai saat berkendara di jalan raya. Ia juga meminta masyarakat tidak terpancing emosi serta segera menghubungi call center Polri 110 apabila mengalami atau melihat gangguan kamtibmas agar dapat segera ditangani petugas.

  • Bedah Buku “Alter Ego Listyo Sigit Presisi”, Prof. Hermawan Paparkan Dinamika Kebijakan Kapolri di Tengah Reformasi Polri

    Jakarta — Bedah Buku Alter Ego Listyo Sigit Presisi: Sebuah Biografi Kebijakan yang digelar di Auditorium Mutiara STIK Lemdiklat Polri, Rabu (4/2/2026), menjadi ruang dialog akademik terkait dinamika reformasi Polri dan kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

    Penulis buku, Prof. Hermawan Sulistyo menegaskan bahwa buku tersebut berangkat dari kebutuhan untuk meluruskan persepsi publik yang keliru terkait sejumlah kebijakan Kapolri, termasuk anggapan adanya insubordinasi terhadap Presiden.

    “Ada mispersepsi bahwa semua ini seolah diorkestrasi dan Kapolri dianggap membangkang Presiden. Itu keliru. Tim Reformasi Polri sudah dibentuk jauh sebelum ada keputusan pemerintah. Polri bagian dari pemerintah,” kata Prof. Hermawan.

    Menurutnya, buku tersebut juga mengulas keputusan strategis dan taktis Kapolri dalam situasi sulit, khususnya dalam penanganan kasus besar yang berdampak pada institusi.

    “Bagaimana seorang Kapolri harus mengambil keputusan sulit untuk menyelamatkan institusi, itu tidak mudah. Buku ini tidak untuk memuji, tapi untuk mendudukkan keputusannya secara proporsional,” jelasnya.

    Prof. Hermawan juga menilai, ketegasan Kapolri yang terlihat dalam forum-forum resmi kerap disalahartikan sebagai sikap membangkang.

    “Kapolri juga bisa tegas. Ketegasan itu bukan pembangkangan. Pembangkangan baru terjadi jika Presiden sudah memutuskan A, lalu Kapolri mengatakan B,” tegasnya.

    Sementara itu, mantan Kalemdiklat Polri Komjen Pol Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana menekankan pentingnya pemahaman konteks demokrasi dalam melihat posisi Polri sebagai polisi sipil.

    “Polisi adalah polisi sipil dalam negara demokrasi. Polisi demokratis menjalankan supremasi hukum, menjamin hak asasi manusia, serta bekerja secara transparan dan akuntabel,” ujar Komjen Pol. Chryshnanda.

    Ia menambahkan, reformasi Polri merupakan proses berkelanjutan yang harus ditempatkan dalam kerangka dialog demokratis.

    “Kalau kita negara demokrasi, berarti ada ruang dialog dan diskusi. Peganglah demokrasi itu dengan baik dan benar,” pungkasnya.

  • Bedah Buku “Alter Ego Listyo Sigit Presisi”, Kalemdiklat Polri: Reformasi adalah Proses Berkelanjutan dalam Demokrasi

    Jakarta — Kegiatan doorstop Bedah Buku Alter Ego Listyo Sigit Presisi: Sebuah Biografi Kebijakan digelar di Auditorium Mutiara STIK Lemdiklat Polri, Jakarta, Rabu (4/2/2026). Kegiatan ini menghadirkan mantan Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri Komjen Pol Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana, M.Si. dan penulis buku Prof. Hermawan Sulistyo, M.A., Ph.D., APU.

    Komjen Pol Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana menegaskan bahwa reformasi merupakan proses perbaikan yang berjalan secara berkelanjutan dalam tubuh Polri dan bukan hal baru. Ia menyebutkan, secara struktural Polri telah memiliki biro yang menangani agenda reformasi kelembagaan.

    “Kalau kita melihat kata reformasi, itu adalah upaya untuk melakukan hal yang lebih baik. Reformasi itu sesuatu yang biasa. Di bawah struktur Astamarena terdapat Kepala Biro Reformasi Polri,” ujar Komjen Pol. Chryshnanda.

    Menurutnya, menguatnya kembali isu reformasi Polri perlu dilihat secara proporsional, apakah berasal dari persoalan kultural atau kepentingan politis. Dalam negara demokrasi, Polri diposisikan sebagai polisi sipil sebagaimana diatur dalam Pasal 30 ayat (4) UUD 1945.

    “Dalam konteks demokrasi, polisi adalah polisi sipil. Polisi demokratis menjalankan supremasi hukum, memberikan jaminan dan perlindungan, serta bersikap transparan dan akuntabel,” tegasnya.

    Komjen Pol. Chryshnanda menambahkan, akuntabilitas Polri dijalankan secara moral, hukum, administrasi, fungsional, dan sosial, dengan orientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

    “Secara konseptual, polisi adalah penjaga kehidupan, pembangun peradaban, dan pejuang kemanusiaan. Penegakan hukum dilakukan untuk menyelesaikan konflik secara beradab dan mencegah konflik yang lebih luas,” ujarnya.

  • Hadiri Pemakaman, Kapolri: Pesan Eyang Meri Jadi Inspirasi dan Semangat Keluarga Besar Polri

    JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri prosesi pemakaman Meriyati Hoegeng atau Eyang Meri, istri dari mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso di Taman Pemakaman Bukan Umum (TPBU) Giritama, Tonjong, Bogor, Jawa Barat.

    Sigit mengungkapkan, dalam beberapa kali pertemuan, Eyang Meri selalu menyampaikan pesan untuk seluruh keluarga besar Polri. Menurut Sigit, hal tersebut dijadikan semangat dan inspirasi keteladanan bagi seluruh personel Korps Bhayangkara.

    “Beliau selalu berpesan di setiap acara kami, jadilah polisi yang baik, memiliki integritas, dan polisi yang bisa melindungi dan mengayomi,” kata Sigit usai mengikuti prosesi pemakaman.

    Bahkan, kata Sigit, pada saat melayat ke rumah duka Eyang Meri, pihak keluarga memutar rekaman berisikan pesan dari Eyang Meri untuk keluarga besar Polri.

    “Bahkan tadi malam kami dengarkan langsung suara beliau yang direkam oleh Mas Rama bagaimana beliau selalu sampaikan pesan jadilah contoh teladan dan mulailah dari dirimu sendiri. Saya kira hal-hal tersebut tentunya menjadi spirit bagi kami keluarga besar Polri,” ujar Sigit.

    Pesan itu, kata Sigit merupakan suatu amanah ataupun wasiat dari Eyang Meri. Tentunya, kata Sigit, pesan tersebut harus terus dikumandangkan serta menjadi semangat bersama untuk seluruh keluarga besar Polri dimanapun berada untuk terus melanjutkan pesan serta nasihat Eyang Meri.

    “Karena setiap beliau menyampaikan Eyang Meri saat terakhir dan pesannya tolong jaga titip institusi Polri, tolong jaga dan titip Polri,” ucap Sigit.

    Sigit menegaskan, pesan dari Eyang Meri memiliki makna mendalam. Polri ke depannya harus bisa meneladani dan memberikan perlindungan serta pengayoman terhadap masyarakat dan tanggung jawab terhadap keamanan.

    “Sebagaimana tugas pokok kami dan doktrin kami untuk menjaga tata tentrem kerta rahardja. Saya kira banyak hal kami kenang dari Eyang Hoegeng. Selamat jalan Eyang Meri kami terima kasih atas apa yang telah beliau berikan kepada kami. Warisan daripada pendahulu utamanya Almarhum Hoegeng Iman Santoso yang tentunya akan terus menjadi api yang menggelora di seluruh keluarga besar Polri untuk menjaga wasiat dan warisan tersebut,” tutup Sigit.

  • Personel Ops Damai Cartenz 2026 Hadirkan Keceriaan Lewat Belajar dan Bermain Bersama Anak Taman Baca Koya Tengah

    Jayapura – Pendekatan humanis kembali ditunjukkan oleh personel Operasi Damai Cartenz 2026 melalui kegiatan belajar dan bermain bersama anak-anak Taman Baca Kampung Koya Tengah, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Selasa (3/2/2026) sore.

    Kegiatan yang digelar di halaman Gereja GKI Gloria Kampung Koya Tengah tersebut dipimpin oleh Ipda Andi Mappanyompa bersama satu regu personel Satgas Humas Ops Damai Cartenz 2026. Program ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk membangun kedekatan, kepercayaan, serta hubungan yang harmonis dengan masyarakat, khususnya anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

    Sebelum pelaksanaan kegiatan, personel Satgas Humas terlebih dahulu melaksanakan apel pengecekan di Posko Jayapura pada pukul 16.00 WIT guna memastikan kesiapan personel dan perlengkapan. Pada pukul 16.30 WIT, personel tiba di lokasi dan langsung berinteraksi dengan anak-anak Taman Baca Koya Tengah.

    Dalam suasana penuh keceriaan, personel Ops Damai Cartenz 2026 mengajak anak-anak belajar membaca, berhitung, serta bermain permainan edukatif. Anak-anak juga diberikan motivasi agar tetap semangat belajar, percaya diri, dan memiliki cita-cita tinggi untuk masa depan mereka.

    Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Salah seorang warga Kampung Koya Tengah, Maria Yoku, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran personel Ops Damai Cartenz 2026.

    “Kami sangat senang dan berterima kasih kepada bapak-bapak polisi. Anak-anak menjadi lebih berani, senang belajar, dan merasa dekat dengan Polri. Kegiatan seperti ini sangat membantu kami di kampung,” ujarnya.

    Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pendekatan humanis menjadi kunci dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua.

    “Keamanan yang berkelanjutan lahir dari kepercayaan masyarakat. Karena itu, Operasi Damai Cartenz tidak hanya hadir melalui pengamanan, tetapi juga melalui sentuhan kemanusiaan, terutama kepada anak-anak sebagai generasi masa depan Papua,” ujar Brigjen Pol. Faizal Ramadhani.

    Sementara itu, Wakil Kepala Operasi (Wakaops) Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menegaskan bahwa Operasi Damai Cartenz mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas.

    “Operasi Damai Cartenz 2026 tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan pendekatan humanis dengan hadir langsung di tengah masyarakat. Melalui kegiatan belajar dan bermain bersama anak-anak ini, kami ingin membangun kepercayaan serta menanamkan nilai-nilai positif sejak dini guna menciptakan Papua yang aman dan damai,” ujar Kombes Pol. Adarma Sinaga.

    Ia menambahkan bahwa keterlibatan personel Polri dalam kegiatan sosial dan edukatif merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat, sehingga tercipta situasi kamtibmas yang kondusif dan berkelanjutan.

    Melalui kegiatan ini, personel Ops Damai Cartenz 2026 menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dengan pendekatan yang ramah, edukatif, dan penuh kepedulian sebagai wujud nyata Polri yang presisi dan humanis.

  • Urus Laporan STNK Hilang, Warga Apresiasi Pelayanan Humanis SPKT Polda Metro Jaya

    Jakarta — Pelayanan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya kembali mendapat apresiasi dari masyarakat. Seorang warga, Alan Samsi, menyampaikan rasa terima kasihnya atas pelayanan cepat, ramah, dan profesional yang diterimanya saat membuat laporan kehilangan STNK di SPKT Polda Metro Jaya, Rabu (4/2/2026).

    Alan mengaku seluruh proses pelaporan berjalan dengan baik dan tidak memakan waktu lama. Ia menilai petugas SPKT memberikan pelayanan yang komunikatif serta membantu masyarakat dengan sikap humanis. “Terima kasih kepada SPKT Polda Metro Jaya yang telah menerima laporan STNK hilang saya. Pelayanannya baik, ramah, dan cepat,” ujar Alan.

    Kepala Siaga SPKT Polda Metro Jaya, AKP Eko Sowandono, menyampaikan bahwa apresiasi dari masyarakat menjadi dorongan moral bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. Menurutnya, setiap laporan warga harus ditangani secara cepat, tepat, dan transparan. “Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Setiap laporan, khususnya surat keterangan kehilangan, kami upayakan dapat diproses dengan cepat sesuai ketentuan. Kepuasan masyarakat menjadi motivasi kami untuk terus berbenah,” ujar AKP Eko.

    Ia menambahkan, pelayanan yang humanis dan responsif merupakan bagian dari implementasi Polri Presisi, yang menekankan prinsip prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan. Prinsip tersebut terus diterapkan dalam setiap lini pelayanan kepolisian, termasuk di SPKT.

    Apresiasi masyarakat seperti yang disampaikan Alan Samsi menjadi cerminan kepercayaan publik terhadap Polda Metro Jaya. Hal ini sekaligus menegaskan komitmen kepolisian untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang cepat, mudah, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

  • Jaga Kondusifitas Wilayah, Bhabinkamtibmas Duren Tiga Sambangi Warga dan Sosialisasikan Layanan 110

    Jakarta Selatan – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polsek Pancoran, Bhabinkamtibmas Kelurahan Duren Tiga, Brigadir Denny K, melaksanakan kegiatan Cooling System dan Sambang Door to Door System (DDS). (4/2/2026).

    Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini berlokasi di Jl. Hj Tutty Alawiyah, RT 002/01, Kelurahan Duren Tiga, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan. Dalam kesempatan tersebut, Brigadir Denny bersilaturahmi dan berkoordinasi langsung dengan Ketua RT 002/01, Bapak Saelan, beserta warga sekitar.

    Brigadir Denny menyampaikan sejumlah pesan penting terkait Kamtibmas, di antaranya adalah ajakan kepada warga untuk proaktif menjaga keamanan lingkungan masing-masing. Salah satu poin utama yang ditekankan adalah antisipasi terhadap aksi tawuran remaja yang kerap meresahkan masyarakat.

    “Kami menghimbau warga untuk selalu waspada dan mengawasi aktivitas putra-putrinya guna mencegah terjadinya tawuran. Sinergi antara kepolisian dan warga sangat penting untuk memastikan wilayah Duren Tiga tetap kondusif,” ujar Brigadir Denny.

    Selain memberikan himbauan, Brigadir Denny juga mensosialisasikan layanan kepolisian melalui Hotline 110. Layanan ini merupakan panggilan bebas pulsa yang dapat digunakan masyarakat untuk melaporkan kejadian darurat atau gangguan keamanan secara cepat.

    Kegiatan sambang ini berjalan dengan lancar dan mendapat respon positif dari warga. Hingga berita ini diturunkan, situasi di wilayah Kelurahan Duren Tiga dilaporkan dalam keadaan aman dan terkendali.

  • Personel Samapta Polsek Tebet Laksanakan Pengaturan Lalu Lintas Pagi Hari di Terowongan Manggarai

    Jakarta Selatan – Personel Samapta Polsek Tebet Aiptu Suwarno melaksanakan kegiatan rutin pengaturan lalu lintas (gatur lalin) pada pagi hari, guna menjaga kelancaran arus kendaraan dan mencegah terjadinya kemacetan serta kecelakaan lalu lintas.

    Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 4 Februari 2026, mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai, bertempat di Jln. Dr. Saharjo, kawasan Terowongan Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan.

    Dalam pelaksanaannya, Ps. Panit 2 Samapta (Sabhara) Polsek Tebet Aiptu Suwarno melakukan pengaturan arus lalu lintas di jam sibuk pagi hari, sekaligus memberikan teguran dan himbauan secara humanis kepada para pengendara sepeda motor yang melawan arus lalu lintas.

    Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas serta menekan potensi terjadinya kecelakaan. Adapun situasi arus lalu lintas di lokasi terpantau ramai namun tetap lancar dan terkendali.

  • Patroli Dialogis, Personel Samapta Polsek Pesanggrahan Ajak Satpam Perumahan Jaga Kamtibmas

    Jakarta Selatan – Dalam rangka menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman dan kondusif, personel Samapta Polsek Pesanggrahan Aiptu Budi Asmara melaksanakan patroli dialogis dengan menyambangi satpam Perumahan Bumi Bintaro Permai, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2026).

    Kegiatan patroli dialogis tersebut bertujuan untuk mempererat sinergi antara kepolisian dan petugas keamanan lingkungan perumahan sebagai mitra Polri dalam menjaga keamanan wilayah.

    Dalam kesempatan tersebut, Aiptu Budi Asmara berdialog langsung dengan petugas satpam, menyampaikan pesan-pesan kamtibmas serta mengajak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan, khususnya pada jam-jam rawan.

    Lebih lanjut Aiptu Budi Asmara juga mengingatkan agar petugas satpam rutin melakukan patroli lingkungan, memperhatikan keluar masuk kendaraan dan tamu, serta segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan.

    “Kami mengajak rekan-rekan satpam untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat komunikasi dengan kepolisian. Sinergi yang baik antara satpam dan Polri sangat penting dalam menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan perumahan,” ujar Aiptu Budi Asmara.

    Melalui kegiatan patroli dialogis ini, diharapkan tercipta kerja sama yang solid antara Polsek Pesanggrahan dan petugas keamanan perumahan guna mewujudkan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Jakarta Selatan.

  • Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.

    Saya selaku Kapolri beserta Ketua Umum Bhayangkari, mewakili seluruh keluarga besar institusi Polri dan Bhayangkari, menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Ibu Meriyati Roeslani Hoegeng (Eyang Meri), istri tercinta dari Alm. Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Iman Santoso.

    Polri sangat kehilangan sosok Eyang Meri. Beliau bukan sekadar saksi sejarah, tetapi juga pelita keteladanan bagi kami. Semasa hidupnya, beliau menjadi inspirasi nyata bagi seluruh generasi penerus Polri dan Bhayangkari untuk terus menjaga marwah institusi.

    Sekali lagi, kami sampaikan duka cita yang mendalam. Semoga segala jasa dan amal ibadah almarhumah diterima, serta beliau mendapatkan tempat mulia di sisi Allah SWT.

    Kepada keluarga besar yang ditinggalkan, semoga senantiasa diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan.

    Kami yang berduka,
    Keluarga Besar Polri