Author: minggu.online

  • Bareskrim Polri Pulangkan 9 Pekerja Migran Korban TPPO dari Kamboja

    Jakarta — Bareskrim Polri melalui Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) berhasil memulangkan sembilan pekerja migran Indonesia yang menjadi korban dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dari Kamboja. Para korban tiba di Tanah Air pada Jumat, 26 Desember 2025, setelah melalui proses penyelidikan dan koordinasi lintas negara.

    Pemulangan tersebut merupakan hasil kerja Desk Ketenagakerjaan Dittipidter Bareskrim Polri yang berkolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri RI, KBRI Phnom Penh, otoritas imigrasi Kamboja, serta BP2MI. Kesembilan korban sebelumnya diduga direkrut secara ilegal dan dipaksa bekerja sebagai admin judi online atau scammer, disertai kekerasan fisik dan psikis.

    Kabareskrim Polri Komjen Pol Syahardiantono menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi warganya, khususnya pekerja migran Indonesia yang rentan menjadi korban kejahatan lintas negara.

    “Polri berkomitmen untuk memberikan perlindungan maksimal kepada warga negara Indonesia, termasuk pekerja migran. Kasus ini menjadi perhatian serius karena para korban direkrut dengan iming-iming gaji besar, namun justru dieksploitasi dan mengalami kekerasan,” ujar Komjen Pol Syahardiantono dalam konferensi pers di Lobby Bareskrim Polri, Jum’at (26/12).

    Berdasarkan hasil penyelidikan, para korban berasal dari berbagai daerah, di antaranya Jawa Barat, Jakarta, Sumatera Utara, Sulawesi Utara, Lampung, dan Riau. Mereka diketahui bekerja di sejumlah lokasi di Kamboja, seperti Poipet, Bavet, Chrey Thrum, dan Sihanoukville. Bahkan, salah satu korban perempuan diketahui dalam kondisi hamil enam bulan saat berhasil diselamatkan.

    Komjen Pol Syahardiantono menambahkan, keselamatan korban menjadi prioritas utama selama proses penyelidikan di Kamboja, mulai dari penyediaan tempat tinggal, kebutuhan logistik, hingga pendampingan kesehatan.

    “Alhamdulillah seluruh korban berhasil dipulangkan dalam keadaan selamat. Selama di Kamboja, tim kami memastikan kebutuhan dasar dan keamanan para korban terpenuhi, termasuk perawatan medis bagi korban yang membutuhkan perhatian khusus,” jelasnya.

    Dalam perkara ini, penyidik mengantongi sejumlah nama terduga perekrut, tim leader, hingga bos perusahaan scam di Kamboja. Modus yang digunakan para pelaku umumnya berupa tawaran pekerjaan sebagai operator komputer dengan gaji tinggi, sementara seluruh dokumen perjalanan diurus oleh perekrut untuk meyakinkan korban.

    Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO dan/atau Pasal 81 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

    “Kami akan meningkatkan proses ke tahap penyidikan dan memburu seluruh pihak yang terlibat, baik perekrut di dalam negeri maupun jaringan di luar negeri. Penegakan hukum akan dilakukan secara tegas, proporsional, dan berkeadilan,” tegas Kabareskrim.

    Polri juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran kerja ke luar negeri dengan janji gaji besar tanpa prosedur resmi. Sinergi antarinstansi diharapkan mampu mencegah terulangnya kasus serupa dan memberikan perlindungan optimal bagi pekerja migran Indonesia ke depan.

  • Polri Salurkan Bantuan dan Kerahkan Alat Berat untuk Percepat Pemulihan Banjir di Aceh Utara

    Polri bergerak cepat menindaklanjuti dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, khususnya Kabupaten Aceh Utara. Atas arahan langsung Kapolri, jajaran Polri turun langsung ke lapangan untuk mengecek kondisi terdampak dan memastikan kebutuhan mendesak masyarakat segera terpenuhi.

    Dalam kunjungan on the spot bersama Kapolda Aceh, Bupati Aceh Utara, dan Kapolres Aceh Utara, Polri memutuskan mendistribusikan berbagai bantuan logistik, alat berat, hingga dukungan operasional kepolisian di wilayah terdampak paling parah, terutama Kecamatan Langkahan.

    “Sesuai arahan dan perintah Bapak Kapolri, kami diperintahkan untuk langsung ngecek di lapangan. Dari evaluasi satu bulan ini, ada beberapa kebutuhan yang harus segera kami tindak lanjuti,” ujar perwakilan Polri saat memberikan keterangan kepada media, Sabtu (27/12).

    Sebagai langkah awal, Polri menyalurkan paket sembako yang didistribusikan langsung oleh Bhabinkamtibmas ke masyarakat terdampak. Selain itu, tujuh unit alat berat, terdiri dari ekskavator besar, ekskavator kecil, serta dump truck, dikerahkan untuk membuka akses jalan yang terputus akibat banjir.

    “Fokus kita hari ini di Kecamatan Langkahan yang kondisinya cukup berat. Akses jalan dan jembatan menjadi prioritas utama karena itu kunci percepatan pemulihan,” tegasnya.

    Tak hanya itu, Polri juga menyiapkan bantuan air bersih untuk wilayah yang masih kesulitan akses air, sembari mendorong pembangunan air bor di beberapa titik. Kebutuhan sarana ibadah seperti seperangkat alat salat dan karpet musala turut disiapkan untuk masyarakat terdampak.

    Di sektor kesehatan, hasil koordinasi dengan pemerintah daerah menunjukkan sejumlah puskesmas mengalami kerusakan berat. Menindaklanjuti hal tersebut, Polri telah berkoordinasi dengan pusat untuk pengiriman bantuan medis.

    “Hari ini Jakarta sudah menyiapkan 60 koli berisi obat-obatan, alat kesehatan, dan kebutuhan medis lainnya, dan langsung kita kirim,” ungkapnya.

    Sementara itu, Polsek Langkahan dilaporkan mengalami kerusakan parah dan tidak dapat digunakan sama sekali. Untuk mendukung operasional anggota, Polri menyiapkan perlengkapan kantor, kendaraan dinas, hingga tenda pengungsian.

    “Untuk kendaraan roda dua, sudah tidak bisa dipakai sama sekali. Kita datangkan 20 unit motor trail dari Medan, ditambah dua mobil double cabin untuk mendukung tugas anggota di lapangan,” jelasnya.

    Selain itu, sebanyak 30 tenda besar juga disiapkan untuk menunjang kebutuhan pengungsi. Hingga akhir Desember, Polri berkomitmen memenuhi seluruh kebutuhan mendesak hasil evaluasi, termasuk persiapan menghadapi bulan suci Ramadan.

    Polri juga mencatat adanya dua waduk yang jebol serta sejumlah jembatan putus akibat banjir. Untuk itu, pembangunan jembatan kecil dengan kapasitas di bawah satu ton akan segera dilakukan guna membuka kembali akses masyarakat.

    “Yang paling dibutuhkan sekarang adalah akses jalan dan jembatan. Kalau akses terbuka, pemulihan bisa lebih cepat,” katanya.

    Dalam rangka memperkuat pengamanan dan bantuan kemanusiaan, Polri juga mengerahkan tambahan 190 personel Brimob, masing-masing 100 personel di Aceh Utara dan 90 personel di Lhokseumawe, lengkap dengan peralatan pendukung.

    Selain Aceh Utara, Polri juga menaruh perhatian serius terhadap kondisi Aceh Tamiang yang turut terdampak cukup parah, termasuk fasilitas Polres dan asrama anggota.

    “Untuk Aceh Tamiang, kebutuhan dasar anggota sudah hampir tidak ada. Kita kirim alat tidur, kelambu, selimut, hingga 450 unit magic jar dan 450 kompor gas,” ujarnya.

    Polri menegaskan akan terus melakukan evaluasi dan pendampingan hingga seluruh operasional kepolisian berjalan normal dan beban masyarakat terdampak dapat teringankan.

    “Komitmen Polri jelas, sesuai perintah Bapak Kapolri, kami harus hadir di tengah masyarakat dan memastikan penanganan berjalan maksimal,” pungkasnya.

  • Bhabinkamtibmas Petukangan Utara Imbau Ketua RT/RW Tingkatkan Keamanan Lingkungan Jelang Tahun Baru

    Jakarta Selatan – Dalam rangka menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif menjelang perayaan Tahun Baru, Bhabinkamtibmas Kelurahan Petukangan Utara, Aiptu Parjono, melaksanakan kegiatan sambang dan himbauan kamtibmas kepada para Ketua RT/RW serta warga setempat.

    Dalam kesempatan tersebut, Aiptu Parjono mengimbau agar para Ketua RT/RW bersama warganya meningkatkan kegiatan monitoring dan pengawasan lingkungan, khususnya pada malam hari, guna mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

    Selain itu, Aiptu Parjono juga menegaskan kepada warga agar tidak membakar petasan maupun kembang api secara berlebihan, karena berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban, kebakaran, serta membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain.

    Terkait antisipasi kenakalan remaja dan tawuran pelajar, Aiptu Parjono mengajak pihak sekolah untuk tetap bersikap proaktif, meskipun saat ini memasuki masa libur sekolah. Koordinasi antara pihak sekolah, orang tua, dan lingkungan diharapkan terus berjalan guna mencegah pelajar terlibat dalam aksi tawuran maupun kegiatan negatif lainnya.

    Dalam sosialisasinya, Aiptu Parjono juga menyampaikan himbauan terkait antisipasi tindak kejahatan 3C (Curas, Curat, dan Curanmor) dengan meningkatkan kewaspadaan, memastikan rumah terkunci dengan baik, serta tidak memarkir kendaraan sembarangan.

    Kepada para orang tua, khususnya yang memiliki anak remaja, Aiptu Parjono mengingatkan agar memastikan anak-anak sudah berada di rumah paling lambat pukul 22.00 WIB, sebagai langkah pencegahan terhadap kenakalan remaja dan potensi terlibat dalam perbuatan melanggar hukum.

    Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polri melalui peran Bhabinkamtibmas dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif menjelang perayaan Tahun Baru di wilayah Kelurahan Petukangan Utara.

  • Polsek Pesanggrahan Melaksanakan Pengamanan Ibadah Kebaktian dalam Rangka Perayaan Natal 2025 di Gereja-Gereja Wilayah Pesanggrahan

    Jakarta Selatan – Polsek Pesanggrahan melaksanakan pengamanan ibadah kebaktian dalam rangka Perayaan Natal 2025 di gereja-gereja yang berada di wilayah hukum Polsek Pesanggrahan, Kamis (25/12/2025).

    Kegiatan pengamanan ini merupakan bagian dari Operasi Lilin Jaya 2025 yang digelar guna menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat selama perayaan Natal dan Tahun Baru.

    Pengamanan dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada umat Kristiani yang melaksanakan ibadah Natal, sekaligus memastikan seluruh rangkaian kegiatan ibadah berjalan dengan tertib, lancar, dan kondusif.

    Personel Polsek Pesanggrahan diterjunkan ke sejumlah gereja dengan melaksanakan pengamanan terbuka dan tertutup, pengaturan arus lalu lintas, serta patroli di sekitar lokasi ibadah. Pengamanan dilaksanakan secara terpadu bersama unsur Tiga Pilar, yaitu Polri, TNI, dan Pemerintah Kecamatan, serta didukung oleh potensi masyarakat setempat.

    Kapolsek Pesanggrahan AKP Seala Syah Alam, S.I.K., M.Si., CPHR., CBA, menyampaikan bahwa terdapat 11 gereja yang melaksanakan ibadah Natal di wilayah hukum Polsek Pesanggrahan dan seluruhnya menjadi prioritas pengamanan.

    “Dalam rangka Operasi Lilin Jaya 2025, kami melaksanakan pengamanan ibadah Natal di 11 gereja yang berada di wilayah hukum Polsek Pesanggrahan. Pengamanan dilakukan secara maksimal dengan melibatkan personel gabungan dari Polri, TNI, pemerintah wilayah, serta potensi masyarakat guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujarnya.

    Lebih lanjut AKP Seala menuturkan bahwa selain pengamanan, koordinasi dengan pengurus gereja turut dilakukan sekaligus memberikan imbauan kamtibmas kepada jemaat agar tetap waspada dan bersama-sama menjaga keamanan lingkungan selama pelaksanaan ibadah.

    Dengan adanya pengamanan terpadu dalam rangka Operasi Lilin Jaya 2025 ini, diharapkan seluruh rangkaian ibadah kebaktian Natal 2025 di wilayah Pesanggrahan dapat berlangsung aman, lancar, dan penuh khidmat.

  • Wakapolri Tegaskan Polri Hadir untuk Kemanusiaan, Perkuat Penanganan Bencana di Tiga Provinsi

    Wakapolri Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo menegaskan komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui apel pemberangkatan personel Polri dalam rangka penanggulangan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Apel digelar di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jumat (26/12/2025).

    Dalam kegiatan doorstop bersama media, Wakapolri menyampaikan bahwa penambahan personel dan sarana merupakan respons atas tingginya kebutuhan di lapangan.

    “Saat ini kondisi di lapangan masih membutuhkan tambahan kekuatan. Oleh karena itu, sesuai perintah Bapak Kapolri, Polri menyiapkan total 1.500 personel untuk penanganan pascabencana di wilayah Sumatera,” kata Wakapolri.

    Ia mengungkapkan, selain ribuan personel yang telah bekerja di lapangan, Polri juga mengerahkan tenaga kesehatan, tim trauma healing, serta Tim Disaster Victim Identification (DVI).

    “Untuk mendukung pemulihan masyarakat, saat ini terdapat 43 tenaga kesehatan, 82 personel trauma healing, serta Tim DVI yang terus bekerja, khususnya di Sumatera Utara, di mana masih terdapat beberapa jenazah yang dalam proses identifikasi DNA,” jelasnya.

    Dalam aspek pemenuhan kebutuhan dasar, Wakapolri menekankan pentingnya penyediaan air bersih melalui pembangunan sumur bor.

    “Sesuai arahan Bapak Kapolri, penambahan sumur bor menjadi perhatian utama. Target kita sekitar 300 titik. Saat ini sudah tersedia 238 titik, dengan 84 sumur bor beroperasi dan sisanya masih dalam proses pengerjaan,” ujarnya.

    Polri juga telah mendirikan 91 posko tanggap bencana di tiga provinsi, serta melayani kebutuhan kesehatan masyarakat terdampak. Hingga saat ini, sebanyak 37.867 warga telah mendapatkan layanan kesehatan, dengan keluhan terbanyak berupa demam, batuk, diare, gangguan kulit, dan gangguan pencernaan.

    “Hal-hal ini menjadi prioritas kami. Selain penanganan fisik, kami juga memperkuat pengendali lapangan agar koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan berjalan efektif,” kata Wakapolri.

    Menutup keterangannya, Komjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan bahwa Polri akan terus melakukan perbaikan dan penguatan sesuai arahan Kapolri.

    “Polri harus selalu hadir di tengah-tengah masyarakat, terutama dalam situasi bencana. Ini adalah bagian dari tugas kemanusiaan dan pengabdian kami kepada bangsa dan negara,” pungkasnya.

  • Polres Tapteng Rayakan Natal 2025 Bersama Pengungsi Korban Bencana di GOR Pandan

    PANDAN – Polres Tapanuli Tengah menggelar Perayaan Natal Tahun 2025 bersama masyarakat pengungsian korban bencana alam di GOR Pandan, Kamis (25/12/2025). Kegiatan ini menjadi wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam memberikan penguatan moril dan harapan bagi warga yang terdampak bencana alam.

    Perayaan Natal yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB tersebut mengusung tema “Natal di Kandang Domba” dengan subtema “Natal Dengan Harapan, Kesetiaan, dan Berkat Untuk Tapteng yang Baru”.

    Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai seluruh rangkaian kegiatan, yang diikuti oleh sekitar 250 masyarakat pengungsian bersama personel Polres Tapanuli Tengah.

    Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Wahyu Endrajaya, S.I.K., M.Si., hadir langsung bersama jajaran pejabat utama Polres Tapteng serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah. Turut hadir pula para tokoh agama, panitia Natal pengungsian, dan masyarakat korban bencana alam yang saat ini menempati GOR Pandan.

    Dalam sambutannya, Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Wahyu Endrajaya menyampaikan ucapan Selamat Natal sekaligus memberikan penguatan kepada masyarakat pengungsian.

    “Perayaan Natal ini kami laksanakan sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan Polri dengan masyarakat yang sedang mengalami masa sulit pascabencana alam. Kami berharap Natal ini membawa semangat baru, pengharapan, serta kekuatan bagi seluruh masyarakat untuk bangkit bersama,” ujar AKBP Wahyu Endrajaya.

    Ia menegaskan bahwa Polres Tapanuli Tengah akan terus hadir mendampingi masyarakat, tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam kegiatan kemanusiaan dan sosial. “Polri tidak pernah berjalan sendiri. Kami bersama pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik, termasuk mendukung proses pemulihan pascabencana,” tambahnya.

    Ketua Panitia Natal Pengungsian, Flora Pasaribu, menyampaikan apresiasi kepada Polres Tapanuli Tengah atas perhatian dan dukungan penuh dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menilai kehadiran Polri memberikan rasa aman, nyaman, serta semangat bagi para pengungsi.

    Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan turut menyampaikan apresiasinya atas kegiatan yang digelar Polres Tapanuli Tengah.

    “Kegiatan Perayaan Natal bersama masyarakat pengungsian ini merupakan bentuk nyata Polri yang Presisi, hadir dengan pendekatan humanis dan empati. Polda Sumut terus mendorong seluruh jajaran untuk responsif dan peduli terhadap kondisi masyarakat, khususnya korban bencana alam,” ujar Kombes Pol Ferry Walintukan.

    Rangkaian perayaan Natal berlangsung khidmat dan meriah dengan doa, liturgi, puji-pujian, penampilan anak-anak pengungsian, paduan suara, serta hiburan budaya seperti tarian Maena dan tortor Batak Toba. Penyerahan lilin Natal dan khotbah menjadi simbol pengharapan serta keteguhan iman bagi seluruh peserta.

    Sebagai penutup, Kapolres Tapanuli Tengah menyerahkan bingkisan Natal kepada masyarakat pengungsian korban bencana alam di GOR Pandan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif, serta meninggalkan kesan mendalam akan semangat kebersamaan dan solidaritas antara Polri dan masyarakat.

  • Bhabinkamtibmas Menteng Dalam Sambangi Danru Satpam Menara Bidakara, Sampaikan Himbauan Kamtibmas

    Jakarta Selatan – Bhabinkamtibmas Kelurahan Menteng Dalam, Aiptu Evin Susanto, melaksanakan kegiatan sambang dan dialog kamtibmas dengan menyambangi Danru Satpam Menara Bidakara, Bapak Soleh, pada Selasa, 23 Desember 2025, pukul 12.10 WIB, bertempat di Menara Bidakara, Jalan Gatot Subroto RT 08 RW 08, Kelurahan Menteng Dalam, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan.

    Kegiatan sambang ini merupakan bagian dari upaya preventif Polri dalam menjaga dan memelihara situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) di lingkungan perkantoran. Dalam kesempatan tersebut, Aiptu Evin Susanto menyampaikan sejumlah himbauan kamtibmas kepada petugas keamanan agar senantiasa menjaga kondusifitas lingkungan kerja serta ikut berperan aktif membantu tugas kepolisian.

    Petugas keamanan diimbau untuk selalu peduli terhadap situasi kamtibmas, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan, serta mengantisipasi tindak kejahatan 3C (curas, curat, dan curanmor). Selain itu, disampaikan pula himbauan agar petugas dan masyarakat yang menggunakan kendaraan bermotor selalu menggunakan kunci ganda guna mencegah pencurian.

    Aiptu Evin juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam pengawasan anak, khususnya remaja, dengan memastikan anak-anak sudah berada di rumah maksimal pukul 22.00 WIB sebagai langkah antisipasi kenakalan remaja. Tidak lupa, dilakukan sosialisasi layanan Call Center Kepolisian 110 yang dapat dihubungi melapor kepada Bhabinkamtibmas atau Polsek Tebet apabila terdapat permasalahan atau gangguan kamtibmas di lingkungan sekitar.

    Menanggapi kunjungan tersebut, pihak keamanan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kehadiran Polsek Tebet yang dinilai mampu memberikan rasa aman dan nyaman di lingkungan perkantoran Menara Bidakara.

  • Jaga Kondusivitas Wilayah, Bhabinkamtibmas Pengadegan Aiptu Jhonny E Sambangi Karang Taruna Lewat Giat Cooling System

    Jakarta Selatan – Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polsek Pancoran, Bhabinkamtibmas Kelurahan Pengadegan, Aiptu Jhonny E, melaksanakan kegiatan Cooling System dan Sambang Door to Door System (DDS) pada Kamis sore (25/12/2025).

    Kegiatan yang dimulai pukul 16.00 WIB ini berlokasi di Jl. Pengadegan Timur I, RT 02/01, Kelurahan Pengadegan, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan. Dalam kesempatan tersebut, Aiptu Jhonny E bersilaturahmi langsung dengan Ketua Karang Taruna RW 01, Sdr. Doni, beserta sejumlah anggota karang taruna lainnya.

    Aiptu Jhonny E menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempererat sinergi antara kepolisian dan elemen pemuda di tingkat lingkungan. “Kami mengajak rekan-rekan Karang Taruna sebagai motor penggerak pemuda untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman, nyaman, dan kondusif,” ujarnya.

    Selain berdialog santai, Bhabinkamtibmas juga menyampaikan beberapa pesan penting terkait Kamtibmas, di antaranya:

    Mengingatkan warga untuk tetap menjaga kesehatan dalam beraktivitas sehari-hari.

    Mensosialisasikan kembali layanan panggilan darurat bebas pulsa 110. Masyarakat diimbau segera melapor jika melihat atau mengalami gangguan keamanan di lingkungannya.

    Mengajak pemuda untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah kerukunan warga.

    Sdr. Doni selaku Ketua Karang Taruna RW 01 menyambut baik kehadiran Bhabinkamtibmas. Ia menyatakan kesiapannya untuk mendukung Polri dalam menjaga keamanan di wilayah Pengadegan.

    Giat sambang ini merupakan bagian dari komitmen Polsek Pancoran dalam memberikan pelayanan prima dan rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat.

  • Antisipasi ISPA Pascabanjir, Posko Kesehatan Polri Aktif Layani Masyarakat Aceh Tamiang

    Aceh Tamiang – Sejak awal terjadinya bencana banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, Polri bergerak cepat dengan membuka sejumlah posko pelayanan, salah satunya Posko Kesehatan Polri. Posko ini difokuskan untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak banjir serta anggota Polri yang tengah bertugas dalam penanganan bencana di wilayah tersebut.

    Ipda Dokter Asia Rahma Malawat dari Bidokkes Polda Jawa Barat yang melaksanakan Bantuan Kendali Operasi (BKO) di Aceh Tamiang menjelaskan bahwa sebagian besar pasien yang datang ke posko kesehatan mengalami keluhan gangguan pernapasan ringan. “Keluhan yang paling banyak kami temui baik dari masyarakat maupun anggota Polri adalah batuk, pilek, serta nyeri tenggorokan,” ujar Dokter Asia.

    Menindaklanjuti kondisi tersebut, Ipda Dokter Meyrina Dwi Yanti, anggota Bidokkes Polda Jawa Barat yang juga melaksanakan BKO di Aceh Tamiang, menyampaikan bahwa pihaknya melakukan langkah pencegahan dini terhadap potensi penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). “Setiap pasien yang datang ke posko kesehatan kami berikan masker. Hal ini sebagai upaya pencegahan ISPA mengingat kondisi pascabencana, di mana tanah yang mengering di permukaan aspal menimbulkan debu beterbangan saat dilalui kendaraan,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Dokter Asia menegaskan bahwa meskipun dalam kondisi darurat, pelayanan kesehatan di Posko Polri tetap dilengkapi dengan fasilitas dan obat-obatan yang memadai. “Kami menyediakan penanganan medis awal yang cukup lengkap, mulai dari cairan infus, obat antinyeri, obat maag, hingga obat-obatan emergensi lainnya. Selain itu, obat untuk keluhan umum seperti batuk, pilek, diare, nyeri lambung, nyeri badan, serta salep untuk penyakit jamur kaki juga tersedia, mengingat keluhan jamur kaki cukup tinggi pascabencana,” ungkapnya.

    Sementara itu, Dokter Meyrina mengimbau masyarakat dan anggota Polri yang masih melaksanakan tugas di Aceh Tamiang agar selalu menjaga kesehatan. “Kami mengimbau agar selalu menggunakan masker sebagai bentuk proteksi dini untuk mencegah penyakit infeksi saluran pernapasan, terutama di tengah kondisi lingkungan pascabanjir,” tuturnya.

    Melalui kehadiran Posko Kesehatan Polri, diharapkan pelayanan medis bagi masyarakat terdampak banjir di Aceh Tamiang dapat terus terpenuhi, sekaligus mendukung kelancaran tugas personel Polri di lapangan.

  • Kapolda Metro Jaya Tutup Pendidikan Pembentukan Bintara Polri di SPN Polda Metro Jaya

    Jakarta – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri secara resmi menutup Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Tahun Anggaran 2025 yang diselenggarakan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Metro Jaya, Rabu (24/12/2025). Sebanyak 637 siswa dari 33 Polda di seluruh Indonesia dinyatakan lulus dan resmi dilantik menjadi anggota Polri.

    Penutupan pendidikan tersebut menandai berakhirnya rangkaian pendidikan pembentukan yang telah berlangsung selama kurang lebih lima bulan. Para Bintara remaja Polri selanjutnya menyandang pangkat Brigadir Polisi Dua dan siap melaksanakan tugas kepolisian di berbagai satuan kerja.

    Dalam upacara tersebut, Kapolda Metro Jaya membacakan arahan Kalemdiklat Polri yang menegaskan bahwa profesi polisi merupakan panggilan hidup dan bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara.

    “Menjadi polisi adalah panggilan hidup. Setiap pikiran, perkataan, dan perbuatan harus mencerminkan peran sebagai penjaga kehidupan, pembangun peradaban, dan pejuang kemanusiaan,” ujar Kapolda Metro Jaya.
    Kalemdiklat Polri juga menekankan pentingnya profesionalisme, integritas, serta pelayanan publik yang humanis dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

    Upacara penutupan diakhiri dengan penyampaian apresiasi kepada jajaran lembaga pendidikan Polri dan seluruh tenaga pendidik atas dedikasi dalam mencetak generasi Bhayangkara yang Presisi.