Author: minggu.online

  • Langkah Sunyi yang Menguatkan Harapan di Sugapa

    INTAN JAYA – Di balik sunyi pegunungan Intan Jaya, kehadiran aparat berseragam justru membawa rasa tenang dan senyum bagi warga. Sabtu pagi (7/2/2026), personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 menyusuri jalan setapak di Distrik Sugapa, bukan hanya untuk patroli keamanan, tetapi juga menghadirkan layanan kesehatan langsung ke kampung-kampung.

    Kegiatan dipimpin oleh Briptu KGS. Muhammad Ramadhan Doeng, Komandan Regu Belukar 4.0.1 ODC 2026, bersama satu regu personel. Mereka memulai dengan apel persiapan di Pos Perpus Belukar sebelum bergerak menyusuri rute Pos Perpusa, Simpang Lima, Kampung Yokatapa, hingga Kampung Bajemba.

    Di tengah patroli dialogis tersebut, personel juga berhenti untuk menyapa warga, memeriksa kondisi kesehatan, serta memberikan obat dan vitamin bagi masyarakat yang membutuhkan. Anak-anak, mama-mama, hingga para lansia tampak antusias menyambut kehadiran petugas yang datang berjalan kaki menembus medan yang tidak mudah.

    Kegiatan ini berangkat dari tantangan nyata di wilayah pegunungan Papua, di mana akses layanan kesehatan masih terbatas dan jarak ke fasilitas medis cukup jauh. Melalui pendekatan humanis, Satgas Damai Cartenz berupaya menjawab kebutuhan dasar masyarakat sekaligus menjaga stabilitas keamanan.

    Kaops Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa pendekatan kemanusiaan menjadi roh utama operasi di Papua.

    “Kami ingin masyarakat merasakan bahwa negara hadir tidak hanya saat ada gangguan keamanan, tetapi juga saat mereka membutuhkan bantuan. Sentuhan kecil seperti pelayanan kesehatan di kampung-kampung ini adalah bagian dari komitmen kami menjaga Papua tetap aman sekaligus peduli pada kesejahteraan warganya,” ujar Brigjen Pol. Faizal Ramadhani.

    Senada dengan itu, Waka Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menyampaikan bahwa patroli jalan kaki memberi ruang interaksi yang lebih dekat antara aparat dan masyarakat.

    “Dengan berjalan kaki dan menyapa langsung warga, kehadiran personel menjadi lebih humanis. Kami bisa mendengar keluhan masyarakat, melihat kondisi nyata di lapangan, dan sekaligus memberikan bantuan yang dibutuhkan. Inilah bentuk kehadiran Polri yang membumi,” kata Kombes Pol. Adarma Sinaga.

    Dampaknya langsung terasa. Warga tidak hanya merasa lebih aman, tetapi juga terbantu secara kesehatan tanpa harus menempuh perjalanan jauh. Aktivitas masyarakat di Sugapa pun berlangsung normal, sementara situasi kamtibmas terpantau aman dan kondusif.

    Langkah-langkah kecil di jalan setapak Sugapa hari itu menjadi gambaran bahwa menjaga Papua bukan hanya soal pengamanan, tetapi juga tentang merawat harapan dan kepercayaan masyarakat, dari kampung ke kampung.

  • Urus BPKB di Ditlantas PMJ Sat Set, Warga Puji Pelayanan Cepat dan Petugas Ramah

    Jakarta – Pelayanan di Gedung BPKB Direktorat Lalu Lintas Ditlantas Polda Metro Jaya kembali menuai apresiasi dari masyarakat. Para pemohon menilai proses administrasi kendaraan kini semakin cepat, tepat, serta didukung oleh petugas yang ramah dan profesional, Kamis (5/2/2026).

    Salah satu pemohon mengaku sempat kebingungan saat pertama kali datang, namun langsung mendapatkan arahan yang jelas dari petugas. “Awalnya saya masih bingung, tapi langsung dibantu, diperiksa, dan dijelaskan dengan baik. Sampai di pelayanan juga semuanya ramah. Alhamdulillah,” ujarnya.

    Ia menilai proses pengurusan BPKB berjalan sangat cepat. “Cepat banget, sat set. Nggak sampai semenit langsung diproses. Petugasnya juga ramah, baik-baik semua,” katanya.

    Pemohon tersebut menambahkan bahwa berkas yang dibawa langsung diproses tanpa kendala. Setelah dinyatakan lengkap, berkas diarahkan untuk proses lanjutan sesuai ketentuan. “Nggak ribet sama sekali. Semuanya jelas dan tertata. Berkas saya urus sendiri,” ungkapnya.

    Pamin BPKB Ditlantas Polda Metro Jaya, Iptu Agus Tri Sulistyo, mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik agar masyarakat merasakan kemudahan dalam setiap proses administrasi kendaraan.

    “Kami berkomitmen memberikan pelayanan yang cepat, transparan, dan humanis. Seluruh pemohon kami arahkan sesuai alur dan prosedur resmi agar proses berjalan lancar tanpa perantara,” jelasnya.

    Apresiasi dari masyarakat ini menjadi cerminan komitmen Ditlantas Polda Metro Jaya dalam menghadirkan pelayanan publik yang efisien, profesional, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

  • Kapolda Aceh Beri Penghargaan kepada Danyon Taruna Akpol dan Taruna Akpol atas Dedikasi Kemanusiaan di Aceh Tamiang

    ACEH TAMIANG – Kapolda Aceh memberikan penghargaan kepada Komandan Batalyon (Danyon) Taruna Akademi Kepolisian, personel Polda Aceh, serta Taruna Akpol yang dinilai berjasa dalam pengembangan ketahanan pangan di wilayah terdampak bencana serta aksi kemanusiaan penyelamatan seorang pemuda yang hanyut di Sungai Aceh Tamiang.

    Kegiatan pemberian penghargaan tersebut dilaksanakan pada Jumat (6/2) pukul 10.00 WIB, bertempat di Kantor Polres Aceh Tamiang. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi pimpinan Polri atas dedikasi, kepedulian, serta respons cepat jajaran Polri dalam membantu masyarakat di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang.

    Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Aceh menekankan pentingnya kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam aspek penegakan hukum, tetapi juga dalam kegiatan kemanusiaan dan penguatan ketahanan sosial masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak bencana.

    Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago menyampaikan bahwa penghargaan tersebut mencerminkan komitmen Polri untuk selalu hadir dan bermanfaat bagi masyarakat.

    “Penghargaan yang diberikan Kapolda Aceh ini merupakan bentuk pengakuan institusi terhadap dedikasi personel dan Taruna Akpol yang telah menunjukkan kepedulian nyata di lapangan. Polri terus mendorong seluruh jajaran untuk responsif terhadap kebutuhan masyarakat, terutama dalam situasi bencana dan aksi-aksi kemanusiaan,” ujar Kombes Pol Erdi A. Chaniago.

    Ia menambahkan, keterlibatan Taruna Akpol dalam kegiatan ketahanan pangan dan penyelamatan warga menjadi bagian penting dari pembentukan karakter calon perwira Polri agar memiliki empati, kepekaan sosial, serta semangat pengabdian sejak dini.

    “Pengalaman terjun langsung membantu masyarakat akan membentuk karakter Taruna Akpol sebagai calon pemimpin Polri yang humanis, tangguh, dan responsif terhadap persoalan sosial di wilayah tugasnya nanti,” tambahnya.

    Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud sinergi antara Polda Aceh, jajaran Polres Aceh Tamiang, serta Taruna Akpol dalam mendukung program kemanusiaan dan ketahanan pangan sebagai bagian dari upaya memperkuat kehadiran Polri di tengah masyarakat.

  • Operasi Keselamatan Jaya Digelar di Bundaran Senayan, Polisi Utamakan Edukasi Humanis

    Jakarta — Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menggelar Operasi Keselamatan Jaya di kawasan Bundaran Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (5/2/2026).
    Operasi ini mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif, disertai penegakan hukum secara humanis dengan fokus pada edukasi keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat.

    Kegiatan tersebut menyasar para pengguna jalan yang akan melewati Bundaran Senayan, dimana Kawasan tersebut salah satu lokasi titik macet di Ibukota. Personel di lapangan memberikan imbauan tertib berlalu lintas, sosialisasi keselamatan berkendara, serta teguran persuasif kepada pengendara yang melakukan pelanggaran ringan, tanpa mengedepankan tindakan represif.

    Perwira Pengawas Preemtif Operasi Keselamatan Jaya AKP Parsiyah mengatakan, operasi ini dilaksanakan sebagai upaya membangun kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas.
    “Kami mengedepankan langkah preemtif dan preventif dengan memberikan edukasi langsung kepada pengendara agar lebih disiplin dan memahami pentingnya keselamatan berlalu lintas,” ujarnya.

    Ia menegaskan, kehadiran polisi di lapangan merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, penegakan hukum tetap dilakukan secara proporsional dan menjadi langkah terakhir, setelah upaya persuasif serta pencegahan dilaksanakan secara maksimal.

    Melalui Operasi Keselamatan Jaya, Polda Metro Jaya berharap kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat. Pengguna jalan diimbau untuk selalu mematuhi aturan, melengkapi perlengkapan berkendara, serta mengutamakan keselamatan demi terciptanya lalu lintas yang aman, tertib, dan humanis.

  • Ibu PKK Ciracas Tolak Premanisme dan Miras, Dukung Operasi Pekat Jaya 2026

    Jakarta Timur — Ibu-ibu PKK RW 08 Kelurahan Ciracas menyatakan sikap menolak aksi premanisme, peredaran minuman keras, serta penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Sikap tersebut disampaikan dalam kegiatan penyuluhan yang digelar Ditbinmas Polda Metro Jaya di Masjid Al Itihad, Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (07/02/2026).

    Kasibinpenakta Subdit Bintibsos Dit Binmas Polda Metro Jaya, Kompol Susanto, mengatakan peran ibu-ibu PKK sangat penting dalam mencegah kenakalan remaja di lingkungan keluarga.

    “Ibu-ibu PKK merupakan garda terdepan dalam pengawasan anak di rumah. Melalui keteladanan, komunikasi yang baik, serta pengawasan terhadap pergaulan dan media sosial, kenakalan remaja dapat dicegah sejak dini,” ujar Kompol Susanto.

    Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari sosialisasi Program Kapolda Metro Jaya ‘Jaga Jakarta untuk Indonesia’ serta Operasi Pekat Jaya 2026 dalam rangka pencegahan penyakit masyarakat menjelang bulan Ramadan 1447 Hijriah.

    “Operasi Pekat Jaya membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat agar situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” tambahnya.

    Sementara itu, perwakilan Ibu-ibu PKK Kelurahan Ciracas menegaskan komitmennya mendukung langkah Polri.

    “Kami organisasi wanita Kelurahan Ciracas menolak aksi premanisme, tawuran, miras dan obat-obatan terlarang serta mendukung Polri dalam Operasi Pekat Jaya 2026,” tegas perwakilan Ibu PKK.

    Kegiatan penyuluhan berjalan aman dan kondusif dengan melibatkan unsur pemerintah kelurahan, TNI-Polri, dan tokoh masyarakat.

  • Perangi Narkotika Kampung Kavling, Kapolres Metro Bekasi Turun Langsung Berikan Edukasi dan Berikan 300 Paket Sembako Kepada Warga dan Tokoh Lingkungan

    Kabupaten Bekasi – Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi mengambil langkah tegas dan humanis dalam upaya memutus mata rantai peredaran gelap narkotika di wilayah hukumnya. Dipimpin langsung oleh Kapolres Metro Bekasi, Komisaris Besar Polisi (KBP) Sumarni, S.I.K., S.H., M.H., korps Bhayangkara menggelar kegiatan Sosialisasi Dampak Buruk Peredaran dan Penyalahgunaan Narkoba Obat-obatan Terlarang dan Berbahaya sekaligus memberikan Bantuan Sosial sebanyak 300 Paket di Kampung Kavling, Desa Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jumat (06/02/2026).

    Setelah melakukan Operasi Senyap di Kampung Kavling dan mengamankan pelaku narkotika, Kapolres mengambil Langkah lanjutan untuk memberikan penekanan terhadap peredaran Narkotika Kegiatan yang dipusatkan di SDN Cikarang Kota 01 ini dihadiri oleh sekitar 300 warga setempat. Langkah ini merupakan respons strategis kepolisian untuk memperkuat ketahanan masyarakat (community resilience) terhadap ancaman narkotika yang kian mengkhawatirkan, khususnya di kawasan padat penduduk Kampung Kavling.

    KBP Sumarni dalam arahannya menekankan bahwa pemberantasan narkoba tidak hanya bisa dilakukan melalui penegakan hukum (represif), namun juga harus diimbangi dengan upaya pencegahan (preemtif dan preventif). Kehadiran aparat kepolisian langsung di tengah warga Kampung Kavling menjadi sinyal kuat bahwa negara hadir untuk melindungi generasi bangsa dari kerusakan akibat zat adiktif.

    “Edukasi ini adalah benteng pertama. Kami ingin memastikan warga Kampung Kavling memiliki imunitas dan kesadaran hukum untuk menolak segala bentuk peredaran narkoba di lingkungannya,” ujar KBP Sumarni dalam kegiatan tersebut.

    Kegiatan Sosialisasi Dampak Buruk Peredaran dan Penyalahgunaan Narkoba Obat-obatan Terlarang dan Berbahaya dilakukan bersamaan dengan pemberian Bantuan Sosial sebanyak 300 paket sembako yang berisi Beras 5 KG, Minyak 1 Liter, Mie Instan 5 Bungkus, Telur 10 Butir yang kemudian diberikan sebagai bentuk perhatian Polri kepada masyarakat sekaligus mengajak warga berperan aktif dalam menyatakan perang terhadap penyalahgunaan dan peredaran narkotika di lingkungannya.

    Acara ini tidak hanya melibatkan unsur kepolisian, namun juga menggandeng pemangku kepentingan (stakeholder) terkait untuk menunjukkan keseriusan dalam penanganan masalah sosial ini. Turut hadir mendampingi Kapolres antara lain Asda Kabupaten Bekasi Drs. H. Hudaya, M.Si., perwakilan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Bekasi Juhandi, Kasatpol PP Drs. Surya Wijaya, MM., serta Kepala Dinas Kesehatan dr. H. Arief Kurnia, MARS.

    Sinergitas Tiga Pilar juga terlihat dengan kehadiran Danramil Cikarang Mayor CKE Jaya Bakir, Camat Cikarang Utara H. Enop Can, dan Kepala Desa Cikarang Kota R.A. Gunawan. Kehadiran para pejabat ini menegaskan bahwa perang melawan narkoba adalah tanggung jawab kolektif.

    Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 11.30 WIB ini berjalan dengan situasi aman dan kondusif. Warga tampak antusias menyimak paparan dan mengapresiasi langkah jemput bola yang dilakukan oleh Polres Metro Bekasi.

    PolresMetroBekasi #KapolresBekasi #KBPSumarni #StopNarkoba #SayNoToDrugs #BekasiBebasNarkoba #HumasPolri #CikarangUtara #KampungBebasNarkoba #InfoBekasi

  • Dukung Program Presiden “ASRI”, Sinergi Tiga Pilar Jakarta Selatan dan Mahasiswa Gelar Kurvei Bersama di Pasar Rawajati

    JAKARTA SELATAN – Polres Metro Jakarta Selatan menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program strategis Pemerintah. Pada Jumat sore, jajaran Kepolisian bersama TNI, unsur Pemerintahan, Masyarakat hingga kelompok mahasiswa bersinergi melaksanakan kegiatan Kurvei Bersama di kawasan Pasar Rawajati, Pancoran
    Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendukung penuh program Bapak Presiden Republik Indonesia bertajuk “ASRI” (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).

    Aksi nyata ini di Pimpin langsung oleh Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol. I Putu Yuni Setiawan, S.I.K., M.H., bersama elemen masyarakat yang terdiri dari Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda (OKP) serta kelompok Mahasiswa se-Wilayah Jakarta Selatan turut terjun langsung ke lapangan, menunjukkan semangat gotong royong antar-generasi.
    Kegiatan dimulai pada pukul 15.00 WIB dengan pelaksanaan apel pasukan untuk pembagian tugas personel di titik-titik sasaran pembersihan. Seluruh peserta dengan sigap membersihkan area pasar guna menciptakan lingkungan yang “Resik dan Indah” sesuai semangat program ASRI.

    Melanjutkan aksi nyata di lapangan, jajaran Polres Metro Jakarta Selatan tidak hanya fokus pada kebersihan lingkungan, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan dan kesehatan warga. Bertempat di kawasan Kalibata Polres Metro Jakarta Selatan juga menghadirkan posko Bakti Kesehatan. Warga Kalibata mendapatkan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dasar secara gratis

    Sinergi ini diharapkan menjadi pemicu kesadaran masyarakat untuk terus menjaga keamanan, kesehatan, dan kebersihan lingkungan secara berkelanjutan di wilayah Jakarta Selatan.tutup Kapolres

  • PSAA Balita Tunas Bangsa Apresiasi Polisi Selamatkan Anak Korban TPPO

    Jakarta — Kepala PSAA Balita Tunas Bangsa Rida Mufrida mengapresiasi langkah cepat Polda Metro Jaya dalam mengungkap kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terhadap anak serta menyelamatkan para korban. Ia menilai upaya penyelamatan yang dilakukan aparat menjadi bukti keseriusan negara dalam melindungi anak dari kejahatan.

    “Apresiasi kami kepada Polda Metro Jaya yang bergerak cepat menyelamatkan anak-anak korban. Penanganan ini menunjukkan kepentingan terbaik bagi anak benar-benar menjadi prioritas,” kata Rida di Gedung Aula Satya Haprabu Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jumat (6/2/2026).

    Rida menyebut proses penanganan yang dilakukan kepolisian tidak hanya fokus pada penegakan hukum terhadap pelaku, tetapi juga memastikan anak-anak korban segera mendapatkan perlindungan dan pemulihan. Menurutnya, koordinasi lintas instansi berjalan baik sehingga korban dapat langsung ditempatkan di lingkungan yang aman.

    Ia menjelaskan, PSAA Balita Tunas Bangsa telah menyiapkan pengasuhan sementara bagi anak-anak korban, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar, pendampingan psikologis, serta asesmen lanjutan terkait kondisi anak. Koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Sosial dan pihak terkait untuk menelusuri identitas serta proses hak asuh sesuai ketentuan.

    Sebelumnya, tim gabungan Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Barat dan instansi terkait berhasil menyelamatkan anak korban RZ bersama tiga anak lainnya. Para korban kemudian dievakuasi ke Jakarta untuk mendapatkan perlindungan lebih lanjut, sementara proses hukum terhadap para pelaku terus berjalan.

  • Langkah Cepat Polri Bongkar Perdagangan Anak Tuai Apresiasi KPAI

    Jakarta – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyampaikan apresiasi kepada Polri atas keberhasilan mengungkap kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terhadap anak yang menyelamatkan empat anak korban. Apresiasi tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Reserse Kriminal Umum, pada Jumat (6/2/2026).

    Ketua KPAI, Margaret Aliyatul Maimunah, menilai langkah cepat dan profesional aparat kepolisian dalam mengungkap kasus TPPO tersebut menunjukkan komitmen nyata negara melalui Polri dalam melindungi anak dari kejahatan serius yang mengancam keselamatan dan masa depan mereka.

    Margaret menegaskan, keberhasilan penyelamatan anak menjadi bukti bahwa penegakan hukum yang dilakukan Polri tidak semata berorientasi pada penindakan pelaku, tetapi juga menempatkan perlindungan korban sebagai prioritas utama. Menurutnya, kehadiran Polri yang responsif sangat menentukan keselamatan anak-anak yang menjadi korban perdagangan orang.

    Ia juga menekankan bahwa penanganan kasus TPPO anak harus dilakukan secara komprehensif. Selain proses hukum terhadap pelaku, korban berhak mendapatkan perlindungan menyeluruh, meliputi pemulihan fisik, psikologis, dan sosial, serta jaminan pengasuhan yang aman dan layak pascakejadian.

    Lebih lanjut, Margaret menyampaikan KPAI akan mengawal proses asesmen hak asuh terhadap anak-anak korban. Langkah ini dinilai penting mengingat pelaku berasal dari lingkungan keluarga sendiri, sehingga penempatan anak harus benar-benar dipastikan berada di lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.

    Sementara itu, Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi DKI Jakarta (UPT PPAPP DKI Jakarta) menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Polri dalam penanganan kasus TPPO anak. Pendampingan dan layanan pemulihan bagi korban dilakukan dengan mengedepankan perspektif korban serta koordinasi lintas instansi.

  • Polisi Bongkar Jaringan Perdagangan Anak di Jakbar, 4 Balita Diselamatkan

    Jakarta — Polda Metro Jaya membongkar kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terhadap anak yang terjadi di kawasan Taman Sari, Jakarta Barat. Dalam pengungkapan tersebut, polisi berhasil menyelamatkan empat anak balita dan menetapkan 10 orang tersangka yang terlibat dalam jaringan jual beli anak lintas daerah.

    Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan penanganan perkara yang melibatkan anak mengedepankan prinsip kepentingan terbaik bagi anak. Identitas dan hak-hak korban dilindungi secara ketat, sementara proses hukum berjalan beriringan dengan upaya penyelamatan, perlindungan, dan pemulihan.

    “Pengungkapan ini adalah komitmen Polri melindungi anak dari segala bentuk kejahatan. Perdagangan anak merupakan tindak pidana serius yang melanggar hak asasi dan merusak masa depan anak,” ujarnya dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Reserse Kriminal Umum, pada Jumat (6/2/2026).

    Kasus ini bermula dari kecurigaan keluarga saat menanyakan kondisi anak korban RZ yang selama ini dirawat oleh saksi CN. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Arfan Zulkan Sipayung menjelaskan, setelah dilakukan penelusuran, saksi CN bertemu dengan tersangka IG yang mengaku anak korban berada di Medan. Merasa janggal, saksi CN kemudian membawa tersangka IG ke Polsek Taman Sari untuk dilakukan klarifikasi.

    “Dari hasil penyidikan terungkap bahwa tersangka IG mengakui telah menjual anak korban kepada pihak lain. Anak tersebut kemudian diperjualbelikan secara berantai dengan nilai transaksi yang terus meningkat, mulai sekitar Rp 17,5 juta, kemudian Rp 35 juta, hingga mencapai Rp 85 juta,” kata Arfan. Dalam jaringan tersebut, salah satu pelaku diketahui berperan sebagai perantara yang membawa anak-anak ke wilayah pedalaman Sumatera.

    Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin menambahkan, tim gabungan dari Polres Metro Jakarta Barat, Ditreskrimum, Ditres PPA dan PPO, serta kepolisian setempat bergerak melakukan penyelamatan meski dihadapkan pada kendala geografis. Hasilnya, petugas berhasil mengamankan para tersangka serta menyelamatkan anak korban RZ bersama tiga anak lainnya, yang kemudian dievakuasi dan dibawa ke Jakarta.

    Sementara itu, Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Metro Jaya Kombes Pol Rita Wulandari menegaskan seluruh proses penyelidikan dan penyidikan dilakukan dengan pendekatan ramah anak dan sensitif gender, serta memastikan tidak terjadi pelanggaran HAM maupun reviktimisasi. Berdasarkan hasil pemeriksaan, kondisi fisik dan psikologis keempat anak dinyatakan baik dan sesuai dengan usia mereka, serta kini berada dalam pendampingan instansi sosial terkait.

    Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak serta Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO, dengan ancaman pidana penjara dan denda sesuai ketentuan. Polisi juga mengingatkan bahwa pengangkatan anak wajib dilakukan secara resmi melalui lembaga berizin dan ditetapkan melalui penetapan pengadilan.

    Diakhir,Kombes Pol Budi Hermanto mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta tidak ragu segera melapor apabila mengetahui atau mencurigai adanya tindak pidana terhadap anak di lingkungan sekitarnya. Laporan dapat disampaikan melalui layanan darurat call center 110 yang aktif 24 jam atau dengan mendatangi kantor polisi terdekat agar dapat segera ditindaklanjuti.